Tentu saja, HBO melakukan yang terbaik dalam menjaga agar season 8 tetap dirahasiakan sampai episode-episode itu diputar, bahkan memiliki teknologi 'pembunuh-drone' khusus untuk memastikan tidak ada satu orang pun bisa mendapatkan gambar yang berpotensi membocorkan informasi apapun ke publik. Berkat tindakan pencegahan itu, tidak banyak yang diketahui tentang season 8 diluar beberapa petunjuk non-spoiler. Banyak teori tentang apa yang akan terjadi di season terakhir pada Snow, Daenerys, Arya, Sansa, dan beberapa karakter yang tersisa dari serial tersebut.
Satu hal yang diyakini oleh hampir semua orang adalah bahwa Game of Thrones season 8 akan memuat satu pertempuran klimaks. Apa yang belum diketahui adalah dimana tepatnya pertempuran itu akan berlangsung dan siapa yang akan tersisa. Namun kini, HBO mengungkap petunjuk kecil yang membocorkan sedikit tentang itu lewat artikel EW. Berdasarkan dari informasi yang terdapat dalam artikel itu, tampaknya perang besar terakhir Game of Thrones akan berlangsung didalam dan sekitar Winterfell, kampung halaman Starks.
Artikel ini dimulai dengan mereferensikan pernyataan oleh seorang anggota kru sebelumnya bahwa produksi menghabiskan 55 malam untuk menyunting adegan perang, tetapi kemudian mengklarifikasi bahwa ini hanya mencakup penyuntingan ruang terbuka dengan set Winterfell, ditambah beberapa pekan untuk menyunting adegan indoor.
Dalam hal jumlah hari yang dihabiskan untuk syuting, 55 malam itu sudah melampaui penyuntingan 25 hari untuk adegan pertempuran terbesar sebelumnya, klimaks season 6, Battle of the Bastards. Untuk memberikan gambaran lain tentang lingkup klimaks Winterfell yang akan terjadi di season 8, actor Tyrion Lannister, Peter Dinklage menyebut pertempuran itu "brutal", dan menambahkan, "ini membuat Battle of the Bastards tampak seperti taman bermain" (pilihan kata-kata yang menarik, mengingat HBO kabarnya benar-benar mengubah beberapa set syuting menjadi taman hiburan).
Menurut showrunner GoT, David Benioff, peperangan terakhir ini akan ditunjukkan dari berbagai perspektif, dan mengikuti beberapa karakter berbeda saat mereka mencoba untuk bertahan hidup. Benioff kemudian memastikan sesuatu yang sudah diketahui semua orang. Bahwa perang ini akan melibatkan usaha terakhir manusia yang putus asa dalam melawan The Night King dan pasukan white walker-nya. Benioff mengatakan, "Kita telah membangun ini sejak awal, ini adalah perang antara yang hidup melawan yang mati". Untuk perang ini, tim produksi memperluas set Winterfell secara besar-besaran, yang juga menjadi alasan mengapa mereka mengambil tindakan pencegahan ekstra terhadap siapapun yang menggunakan drone untuk mendapatkan foto.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar